Abdul  Latif Wahid CEO Kepul Motivasi Anak Muda peduli Sampah dan Berkarya

Jakarta, jurnalkotatoday.com

Sampah saat ini masih menjadi persoalan di Masyarakat, Anak muda yang sukses karena kepeduliannya terhadap sampah, Abdul Latif Wahid seorang pemuda asal Medan yang merupakan pendiri Aplikasi Pengepul Sampah Digital (KEPUL) dan CEO Kepul (PT Indonesia Bebas Sampah) yang sudah 6 tahun berdiri.

Bacaan Lainnya

Dalam kunjungannya di Kampus Institut Sain Teknologi Nasional (ISTN) Jl.Moh Kahfi II  Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, pada Rabu 7 Januari 2026. Abdul Latif Wahid pendiri Aplikasi Pengepul Sampah Digital (KEPUL) menyampaikan kepeduliannya terhadap sampah untuk menyelamatkan sampah di masyarakat dan memudahkan masyarakat untuk memilah sampah.

“Sebenarnya kepul lahir dari kepedulian kita terhadap sampah, bagaimana sampah dapat diselamatkan dari masyarakat, banyak masyarakat yang sudah mau memilah sampah tapi bingung ingin menjual dan membuangnya, maka kita hadir untuk membantu ambil sampahnya tidak hanya gratis kita juga bayar  sampah mereka sesuai harga sampah yang telah mereka sortir dan kumpulkan, itu  salah satu  faktor permasalahanya maka kami membuat aplikasi Kepul,” ungkap Wahid

Dengan tujuan adanya Aplikasi Kepul akan mempermudah dan membantu masyarakat serta mengedukasi yang mau memilah sampah, dan memudahkan untuk menjual sampah yang sudah disortir seperti sampah plastik, besi, minyak jelantah dengan menggunakan Aplikasi Kepul,

Cara menggunakan. Aplikasi Kepul dapat download terlebih dahulu dan buka Aplikasi Kepul, order penjemputan, tanggal dan jam penjemputan sampah, sampah langsung diambil ke rumah setalah sampah disortir dapat ditukarkan dengan uang.

“Kita menggabungkan habbit Masyarakat yang memilah sampah itu menjadi Happy, Fun dan mengedukasi mereka dengan konten dengan sosial media dan mereka dapat menjual sampah secara Online serta mendapatkan informasi lebih mudah mereka dari aplikasi Kepul, Masyarakat dapat menukarkan sampah yang sudah disortir seperti sampah, plastik dapat dihitung 1000-3000 perkilo, minyak jelantah dihitung 5000 perkilo, dan masih ada 60 item sampah yang dapat ditukarkan dengan uang. Untuk penjemputan kita langsung datang ke rumah warga yang sudah disortir sampahnya, Aplikasi ini akan mempermudah masyarakat untuk tidak perlu keluar rumah kami akan datang  mengambil sampah- sampah yang sudah siap untuk ditukarkan,” kata Wahid

Generasi Muda Indonesia Harus peduli dan terus berkarya karena masa depan Indonesia ada di tangan anak-anak muda, Peduli dan Berkarya Satu Jalan Kuliner, peduli saja  tidak cukup tanpa berkarya itu salah satu bentuk kita peduli dan kunci kesuksesan,” ungkapnya. Arfi

Izin Edar Alat Kesehatan
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan