Garut, jurnalkotatoday.com
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, menyatakan kesiapan mereka untuk memenuhi kebutuhan abon ayam bagi dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesiapan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi lokal.
UMKM yang terlibat merupakan binaan BUMDes Bangkit Mekarsari Desa Mekarsari, yang selama ini aktif mendorong pengembangan usaha masyarakat di tingkat desa. Salah satu unit usaha yang siap memasok produk tersebut adalah rumah produksi Khadizarah, yang dikenal memproduksi berbagai olahan ayam dengan kualitas terjaga.
Owner rumah produksi Khadizarah, Nunung Komalasari, menyampaikan bahwa pihaknya siap melayani pesanan abon ayam untuk kebutuhan dapur MBG dengan pilihan kemasan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengelola dapur.
“Dapur MBG bisa memesan dalam bentuk ball (bungkus plastik 10 kg), yang mengemas sendiri. Atau dalam bentuk kemasan cup, kami yang mengemas dan MBG tinggal distribusikan,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Nunung, pilihan kemasan tersebut sengaja disediakan agar pengelola dapur MBG lebih leluasa mengatur proses pengemasan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat. Dengan opsi kemasan besar maupun kemasan siap edar, kebutuhan logistik harian dapat dikelola lebih praktis dan efisien.
Selain menjaga kualitas produk, pihaknya juga berupaya mempertahankan harga yang tetap terjangkau agar program MBG dapat berjalan secara optimal tanpa mengurangi nilai gizi dari makanan yang disajikan.
Nunung menambahkan, pengelola dapur MBG yang berminat bekerja sama dipersilakan untuk terlebih dahulu melakukan survei langsung ke lokasi produksi sebelum melakukan transaksi.
“Boleh mengunjungi kami dulu untuk melakukan survei, kalau sudah cocok baru kita transaksi,” ujarnya.
Bagi pengelola dapur MBG yang ingin melakukan pemesanan abon ayam, dapat menghubungi melalui WhatsApp di nomor 082-295-693-903 untuk memperoleh informasi lebih lanjut terkait pemesanan maupun jadwal kunjungan ke rumah produksi.
Keterlibatan UMKM lokal sebagai pemasok bahan pangan bagi program MBG diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat perputaran ekonomi desa melalui pemberdayaan pelaku usaha setempat. Kolaborasi ini dinilai mampu menjadikan program sosial sekaligus sebagai penggerak ekonomi rakyat di tingkat lokal. S. Zihad

