Blitar, jurnalkotatoday.com
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar resmi merampungkan pembangunan fisik Jembatan Banggle di Kecamatan Kanigoro. Infrastruktur vital ini dibangun kembali secara menyeluruh setelah sebelumnya ambrol total pada akhir Januari 2026 lalu.
Meski raga jembatan sudah menyambung, otoritas terkait belum mengizinkan kendaraan melintas demi menjaga kualitas struktur bangunan. PUPR kini menerapkan standar teknis yang sangat ketat agar kekuatan beton mencapai titik maksimal sebelum menerima beban kendaraan yang padat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, menegaskan bahwa pengecoran fisik hanyalah satu tahap awal dari proses panjang penjaminan mutu. Tahap krusial saat ini adalah membiarkan beton melalui masa pengerasan alami tanpa gangguan getaran kendaraan berat.
“Sudah selesai untuk jembatannya, sekarang pengerjaan yang timur lampu merah, kebetulan ada gorong-gorong berlobang,” ungkap Agus pada Rabu (18/2/2026).
Perbaikan tambahan di sisi timur ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan saat akses resmi dibuka nanti. Jika tidak ada kendala cuaca ekstrem yang menghambat proses pengerasan, jembatan ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal Maret mendatang. Jadwal pembukaan ini sangat dinantikan warga mengingat perannya sebagai jalur utama mobilitas masyarakat di pusat pemerintahan.
“Rencananya akan dibuka sekitar tanggal 7–8 Maret, tepat sebelum mobilitas hari raya mulai meningkat,” tambahnya. Penetapan tanggal tersebut juga mempertimbangkan lonjakan arus lalu lintas yang diprediksi terjadi menjelang masuknya bulan suci Ramadan.
Proceperan proyek ini menjadi sorotan publik lantaran lokasi insiden ambrolnya jembatan pada Kamis (22/1/2026) lalu menyisakan catatan kritis. Betapa tidak, jembatan sepanjang 8 meter ini ambrol total hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari Kantor Bupati Blitar dan DPRD.
Sebelum jembatan tersebut roboh diterjang arus sungai, tanda-tanda kerusakan berupa retakan di bagian tengah sebenarnya sudah terlihat selama dua pekan. Namun, pondasi tua jembatan ternyata tak kuasa menahan debit air hujan yang tinggi meski rambu peringatan kendaraan berat sudah dipasang.
“Ini adalah akses vital, jalur lingkar Kanigoro yang setiap hari dilalui ratusan kendaraan. Dampak sosial dan ekonominya sangat terasa saat jembatan ini terputus,” ungkap Kepala Dusun Banggle, Didin.Merespons kondisi darurat tersebut, Agus Zaenal langsung mengerahkan dana Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memperkuat pondasi jembatan secara menyeluruh.
Pengerjaan difokuskan pada penguatan struktur tengah yang sebelumnya sempat terabaikan pada proyek pelebaran jalan beberapa tahun silam.
Hingga jembatan dinyatakan siap pada Maret nanti, kepolisian dan Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib di jalur alternatif. Kesabaran warga sangat dibutuhkan agar jembatan baru ini memiliki usia pakai yang panjang dan tidak lagi mengalami kerusakan serupa. WY

