Kakek 80 Tahun Asal Bantul Masih Setia Mengayuh Becak Demi Nafkah

Yogyakarta, jurnalkotatoday.com

Usia senja tak menyurutkan semangat Slamet Widodo, kakek berusia 80 tahun asal Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di usianya yang telah renta, ia masih gigih mencari nafkah dengan cara mengayuh becak di jalanan kota Yogyakarta.

Bacaan Lainnya

Saat ditemui, Slamet tampak tetap bersemangat meski tenaganya tak sekuat dahulu. Setiap pagi ia keluar rumah untuk mengayuh becak, menawarkan jasa kepada penumpang yang membutuhkan tumpangan. Bagi Slamet, becak bukan sekadar alat transportasi, melainkan sumber penghidupan yang telah ia jalani selama puluhan tahun.

Tak hanya berhenti di situ, selepas pulang dari menarik becak, Slamet masih menyempatkan diri bekerja di sawah. Rutinitas sore harinya ia habiskan untuk bertani, sebuah pekerjaan yang menurutnya sudah menjadi bagian dari hidup sejak muda.

“Saya malu kalau harus meminta-minta. Anak dan cucu saya sangat perhatian, tapi saya tidak mau bergantung pada mereka,” ujar Slamet dengan suara tegas baru-baru ini.

Sikap pantang menyerah Slamet ini dinilai menjadi teladan bagi generasi muda. Di tengah era modern, sebagian anak muda kerap mencari jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan, bahkan tak jarang dengan cara yang kurang tepat. Semangat kerja keras yang ditunjukkan Slamet di usia senja menjadi pengingat bahwa kemandirian dan usaha sendiri jauh lebih berharga.

Slamet Widodo, kakek berusia 80

Dengan penuh kesederhanaan, Slamet membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk tetap produktif. Keteguhannya bekerja di atas becak dan di sawah adalah cerminan nilai luhur yang semakin jarang dijumpai di tengah masyarakat saat ini.

Penulis: H.ujang Slamet

Izin Edar Alat Kesehatan
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan