Garut, jurnalkota.online
Sekretaris Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, kerap merokok di ruangan saat menerima tamu, termasuk saat wawancara dengan awak media. Hal tersebut berbincangan di masyarakat dan para pelaku kontrol sosial belakangan ini.
Hal tersebut ditanggapi Pengamat Hukum dan Politik, Indra Kurniawan SH, ia menilai perilaku seorang pejabat yang merokok saat menerima tamu di ruangan di kantornya, apalagi ketika diwawancari merupakan perilaku yang tidak beretika.
“Tanggapan saya sih sebetulnya pejabat itu kan terikat dengan moral publik, etika publik. Dia harus memberikan contoh, apalagi saat diwawancara itu bisa jadi wawancara visual, audio, vidio, itu etika yang sifatnya dilarang merokok itu. Pada dasarnya kan sebuah hal yang mencontohkan sesuatu yang tidak baik lah,” katanya.
Lebih lanjut Indra menjelaskan, jika dilihat secara personal, siapa pun merokok itu tidak menjadi masalah, namun ketika merokok dipertontonkan di depan media, apalagi yang melakukan adalah seorang pejabat publik, ini menjadi lain ceritanya.
“Seorang pejabat publik diwawancara merokok itu dia sebetulnya tidak etis. Tapi bukan secara personal tapi lebih ke dia tidak bisa menjaga moral publik, etika publik,” jelasnya.
Menurutnya, publik figur itu harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakatnya baik itu bersikap. “Berpakaian, termasuk ya tidak beraktivitas seperti merokok,” katanya.
Sementaras Sekretaris Desa Sirnasari, Kecamatan Samarang ketika diwawancarai jurnalkota, baru baru ini di kantornya, mengaku tidak sengaja atas perbuatanya itu. Dia juga berdalih bahwa perilakunya itu tidak sadar.
“Itu kan tidak sengaja, tidak sadar kalau lagi ngerokok,”” ujarnya.
Namun demikian Sekdes membenarkan bahwa perilaku merokok ketika tengah diwawancarai merupakan perbuatan yang keliru. Oleh karena itu dia minta maaf jika perbuatannya itu dianggap salah.
“Ya sebenarnya tidak boleh tidak ngeuh lah pas lagi diwawancara lagi megang rokok kita minta maaf,” katanya.
Penulis: H.Ujang Slamet/Saepul Zihad

