Majelis Taklim Yusoli Rayakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SWT 1447 H Berlangsung Khidmat

Jakarta, jurnalkotatoday.com

Peringatan Maulid dan Isra Mi’raj Nabi besar Muhammad SAW 1447 H, yang di selenggarakan oleh Majelis Taklim Yusoli Jl. Taman Lebak Bulus,  Jakarta Selatan, yang dihadiri oleh majelis taklim dari beberapa wilayah sekitar Bogor, Tangerang dan Jakarta, acara  berlangsung hidmad, Kamis (25/12/2025).

Bacaan Lainnya

Hj Nurbaiti  selaku Ketua Panitia Pelaksana acara Maulid,  didampingi Ustadzah Hj. Eva chairunisa sebagai guru tetap di majelis tersebut,  saat diwawancarai wartawan usai acara menjelaskan, perayaan maulid  Nabi Muhammad SWT 1447 H  ini  selalu di rayakan pada setiap tahun, tanda bentuk kecintaan umat kepada Baginda Rasulallah, bertepatan dengan  penutupan pengajian sementara majelis,  karna menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,  dan  acara tersebut memang  sudah di persiapkan jauh hari sebelumnya bersama tim panitia.

“Alhamdulillah semua di lancarkan, dan berjalan sesuai rencana, tamu yang kami undang pun hampir semuanya hadir,  ini diperkirakan mencapai  seribu orang, mungkin lebih, karena ada juga yang dari Bogor, tangerang dan banyak dari beberapa majelis taklim di sekitar Lebak Bulus,” jelasnya.

KH. Ahmad Liandi selaku Penceramah yang juga menjabat di Komisi Dakwah MUI Kota Tangerang Selatan, dalam wawancaranya kepada Jurnal Kota Today menjelaskan, lewat maulid ini kita berupaya meneladani Rasulullah dalam setiap segi kehidupan kita sehari hari.

KH Ahmad Liandi saat memberikan Ceramah Agama

Yang pertama adalah ibadah , ibadah yang  sesuai dengan kemampuan kita tentunya, jika seperti ibadah yang Nabi jalan kan, tentu kita tidak mampu, maka sholat lima waktu jangan ditinggal, kemudian semangat berbagi  kepada sesama dengan cara menjalin silaturrahim, mempererat tali persaudaraan diantara kita, seperti saat ini kita lihat,  begitu banyak jamaah yang hadir tidak mungkin kita bisa melakukan sendiri tanpa saudara saudara kita yang hadir.

“Bayangkan dari jam 8 pagi mereka duduk, hingga akhir acara mereka tetap mengikuti dengan hidmad,  tidak ada yang bubar, itu berkat semangat kebersamaan yang baik,
Rasulallah membangun seperti itu di Kota Madinah, ketika ia membangun ukuwah kepada orang orang muhajirin dan anshor, serta merta  Kota Madinah berubah,  sehingga Madinah menjadi Munawaroh, menjadi mercusuar kebangkitan Islam, ini yang harus kita coba aplikasikan dalam kehidupan kita sehari hari,  baik di keluarga maupun di masyarakat,” ungkapnya.

Komisi Dakwah MUI Kota Tangerang Selatan saat ini sedang berupaya memperluas dakwahnya, yang  tidak  hanya melalui majelis. “Sekarangkan sudah era digital, maka MUI Kota Tangerang Selatan sudah melakukan pelatihan dakwah digital, melalui digital seperti media sosial dan lainya, maka dengan media digital ini kita dapat  menyebarkan Islam yang Rahmatan Lil alamin,  agar dakwah ini bisa menyentuh  segmen bukan saja dimasyarakat bawah, akan tetapi juga untuk kaum intelektual dan kalangan atas.

Jamaah yang hadir

“Kita sesuaikan saja dengan masanya, sekarang sudah era digital, ya kita tawarkan dakwah lewat digital, mudah mudahan dakwah ini semakin  cepat maju,” terangnya.

Dirinya berharap tidak ada lagi sekat sekat dimasyarakat, sehingga kehadiran dakwah Islam ini dapat diterima, tidak ada gesekan di mana mana,  jika terjadi salah faham, sebaiknya di selesaikan dengan semangat kasih sayang seperti yang Rasulallah contohkan,” jelasnya.

Penulis: Fadil/Ika

Izin Edar Alat Kesehatan
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan