Seorang  Warga Garut  Dikirim Paket  Tanpa Pesanan Diminta Bayar, Ini Penjelasannya

Garut, jurnalkotatoday.com

Seorang warga Kecamatan Samarang, Hj.Tini Kabupaten Garut, mengaku kebingungan dan Kesal setelah menerima kiriman paket yang tidak pernah ia  pesan. Paket tersebut tiba-tiba diantar ke rumahnya dan diminta membayar seratus ribuh  rupiah lebih, untuk barang yang tidak diketahuinya asal-usulnya.

Bacaan Lainnya

“Saya heran karena tidak pernah melakukan transaksi pembelian apa pun, baik secara langsung maupun melalui platform belanja daring, dan seluruh anggota keluarganya, tidak ada satu pun yang merasa memesan barang tersebut,” katanya,  Rabu (25/2/2026).

Lebih lanjut, Hj.Tini mengungkapkan kekesalannya atas kejadian ini. Selain tidak pernah melakukan pemesanan, ia juga menilai harga barang yang ditagihkan cukup mahal dan kualitasnya sangat buruk. Situasi tersebut membuatnya merasa dirugikan.

Ia juga menyayangkan sikap kurir yang tidak memberikan penjelasan detail terkait isi paket sebelum meminta pembayaran. Menurutnya, seharusnya kurir dapat menerangkan terlebih dahulu jenis barang yang dikirim, sehingga penerima dapat memastikan apakah benar melakukan pemesanan atau tidak.

Untuk mencari kejelasan, Hj.Tini mendatangi pihak ekspedisi yang mengirimkan paket tersebut, yakni GTL. Ia meminta penjelasan terkait asal-usul kiriman yang dinilai mencurigakan itu.

Setelah berkomunikasi dengan operator GTL bernama Tegar, ia mendapat penjelasan bahwa tanggung jawab utama berada pada pihak penjual (seller), sementara pihak ekspedisi hanya memproses pengiriman barang.

Kepada awak media, Tegar menyampaikan bahwa identitas pengirim dalam sistem tidak dapat dilacak secara detail oleh pihaknya. “Nah kalau begitu ekspedisi kami kan tidak tahu apa-apa, cuma paketnya kan tidak tahu dari mana,  misalkan barang seperti barang ini kan tidak tahu,” ujarnya di kantornya, Kamis (26/2/2026).

Ketika ditanyakan prosedur pengantaran paket yang tidak disertai penjelasan memadai dari kurir,  Tegar sendiri membenarkan bahwa secara standar operasional prosedur (SOP), kurir seharusnya menginformasikan terlebih dahulu jenis paket yang dibawa sebelum meminta pembayaran kepada penerima.

“Harusnya seperti itu karena mekanismenya SOP-nya harusnya si kurir tanya dulu bahwa ini paket A atau paket yang lain,” ujar Tegar

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus pengiriman barang tanpa pesanan (brushing scam) yang belakangan marak terjadi. Warga diimbau untuk tidak langsung membayar paket yang tidak pernah dipesan serta memastikan detail pengirim sebelum menerima barang.

Penulis: Saipul  Zihad

Izin Edar Alat Kesehatan
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan