Jembrana, jurnalkotatoday.com
Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan Penyerahan Simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada Desa Adat, insentif kepada Kelian Subak, serta subsidi pembuatan ogoh-ogoh bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kabupaten Jembrana. Kegiatan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Jumat (27/2/2026).
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara, SE., MM., melaporkan bahwa program pembinaan generasi muda melalui kegiatan ogoh-ogoh telah dilaksanakan secara sistematis, mulai dari sosialisasi hingga tahapan penilaian lomba.
Tahapan Kegiatan Ogoh-Ogoh 2026
Sosialisasi kepada STT bersama pengurus Pasikian Yowana Kabupaten Jembrana dilaksanakan pada 1 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026.
Pendaftaran lomba ogoh-ogoh dilakukan secara daring melalui Google Form pada 20 Januari sampai 14 Februari 2026 dan diperpanjang hingga 20 Februari 2026. Sebanyak 218 STT dari seluruh kecamatan di Kabupaten Jembrana terdaftar sebagai peserta, dengan rincian:
* Pekutatan: 29 STT
* Mendoyo: 72 STT
* Jembrana: 37 STT
* Negara: 44 STT
* Melaya: 36 STT
Penilaian tingkat kecamatan dilaksanakan pada 25–26 Februari 2026 untuk menentukan lima terbaik di masing-masing kecamatan.
Selanjutnya, penilaian tingkat kabupaten berlangsung pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026 guna menetapkan 15 nominasi terbaik.
Lima belas terbaik tingkat kabupaten akan menerima dana pementasan seni sebesar Rp10.000.000 per STT dan dijadwalkan mengikuti parade pada 12 Maret 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Festival Yowana Kabupaten Jembrana yang digelar pada 12–14 Maret 2026 di Gedung Kesenian Ir. Sukarno.
Dukungan Anggaran Kebudayaan 2026
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Jembrana mengalokasikan:
* Subsidi pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp2.500.000 per STT dengan total anggaran Rp600.000.000.
* Dana apresiasi Festival Yowana sebesar Rp50.000.000
Hadiah lomba ogoh-ogoh:
* Juara I: Rp20.000.000
* Juara II: Rp15.000.000
* Juara III: Rp11.000.000
* Juara IV dan V: masing-masing Rp7.000.000
Total hadiah: Rp60.000.000.
Selain itu, BKK untuk Desa Adat se-Kabupaten Jembrana dialokasikan sebesar Rp13.307.600.000, mencakup dukungan operasional kelembagaan adat, kesejahteraan prajuru adat, pecalang, hingga penghargaan tokoh umat. Insentif bagi 231 Kelian Subak diberikan sebesar Rp1.000.000 per bulan dengan total anggaran Rp2.772.000.000.
Dalam Sambutan Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, S.E, M.M .Menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan persatuan antara Desa Adat, Subak, dan generasi muda dalam menjaga budaya Bali. Ia menegaskan pentingnya kreativitas generasi muda dalam pembuatan ogoh-ogoh sebagai bagian dari pelestarian seni dan budaya serta penguatan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya sebagai identitas masyarakat Jembrana. Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan seni dan tradisi sebagai fondasi pembangunan karakter masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan sesuai bidang masing-masing, demi mewujudkan Jembrana yang bermartabat dan berbudaya.
Acara dihadiri juga oleh Wakil Bupati Jembrana, Inspektur Kab Jembrana, Kepala BAPPEDA, Kepala BPKAD Kab. Jembrana, Bendesa Madya MDA ,Jro Bendesa se-Kab .Jembrana, Majelis Madya dan Majelis Alit Subak, Manggala Yowana, perwakilan STT se-Kab. Jembrana nominasi lomba ogoh-ogoh 5 terbaik hasil penilaian kecamatan. SB

