Dipertanyakan, Kades  Kelir Belum Siap Menerima  Program PTSL Tahun 2024

Primaderma Skincare

Banyuwangi, jurnalkotatoday.com

Desa Kelir Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur  diundang terkait   program  Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), dan ajuan PTLS  Desa Kelir tinggal ditindak lanjuti. Namun Kepala Desa Kelir yang baru, Moh Indra Fajar  menyampaikan pihaknya belum siap, sehingga hal ini  menjadi pertanyaan masyarakat dan pihak-pihak terkait.

Bacaan Lainnya

Hal ini terungkap ketika Desa Kelir  mendapat undangan sosialisasi  program  baru-baru ini, yang isi surat undangan  pelaksanaan kegiatan sertifikat tanah melalui program  pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2024 di Kabupaten Banyuwangi Yang terlampir dalam undangan 24 desa  termasuk desa kelir undangan  dari BPN Banyuwangi,  Kamis (22/02/2024).

Menurut Ketua Pra panitia PTSL Desa Kelir  Thohir S. Ag menyampaikan sebelumnya  dirinya telah mendatangi Kasubag  BPN Banyuwangi,  Mardi menanyakan kelanjutan  program PTSL yang didaftarkan  oleh tim Pra Panitia  Desa Kelir.

“Beliau mengatakan gak usah tanya gimana masuk apa tidak masuknya program PTSL,   saat ini saya mengundang Desa Kelir untuk bisa tahu Desa Kelir dapat atau tidaknya,  coba ke desa,  tanyakan ke Desa Kelir, surat kami apa sudah dibaca,” katanya mengulang ungkapan pihak BPN kepada awak media di Desa Kelir.

Selanjutnya, Thohir menindaklanjuti informasi dan arahan dari pihak BPN Banyuwangi tersebut.
“Setelah saya  tahu itu langsung saya ke Desa  Kelir menanyakan ke Kepala Desa Kelir yang baru dilantik, Moh Indra Fajar Aulia S. Tr. P,  menjawab, dirinya  akan  koordinasikan sama perangkat, juga sama  konsultan,” jelas Tohir.

Setelah pertemuan itu kata Tohir, dirinya terus  menunggu kabar, bahkan beberapa kali  coba konfirmasi ke pihak Desa Kelir,  masih belum ada jawabannya.

“Hingga saya mengajukan sampai saat ini,  menginginkan audensi ke bupati untuk meminta kejelasan  Kades Kelir kenapa tidak mau menandatangani  program PTLS  yang sudah masuk Jona dari BPN Banyuwangi, dan juga menyampaikan  tidak siapnya mengambil program PTSL  ini, padahal saya mengajukan  permohonan ke BPN sejumlah 1.300 pemohon program PTSL” katanya.

Tohir melanjutkan,  sejauh ini dirinya  sudah berusaha membantu masyarakat bisa masuk dan mendapat jona program PTSL,  “Dan terbukti surat undangan tersebut sudah jelas Desa Kelir mendapat program PTSL  di tahun 2024,”  jelasnya Thohir.

Sementara,  Camat Kalipuro, Astorik S.Sos menyimpulkan, ketika audensi terakhir di DPM Desa  menyampaikan ke Kadis DPM desa Menjelaskan, ini sudah jelas disampaikan ke Kades  Kelir, bahwa program PTSL ini  adalah program untuk rakyat.

“Jangan sampai tidak diambil, dan saya sudah usulkan kepada Kades Kelir,  jangan sampai menimbulkan demo-demo kecil gara-gara Kadesnya tidak membantu atau melayani  masyarakat, untuk mengambil program PTSL  ini,” katanya kepada wartawan.

Masih  menurut  Camat Kalipuro, program PTSL ini  program pemerintah yang mempermudah masyarakat untuk bisa mendapatkan sertifikat murah, maka ini tidak mengganggu atau ada masalah  di Desa Kelir,  oleh karena itu jangan tidak diambil, sayang masyarakat sangat membutuhkan Sertifikat murah yang sangat terjangkau dan bermanfaat  untuk warga Desa  Kelir, berpikir lah secara bijak, kita ini abdi rakyat dan kepentingan  kita untuk masyarakat,” tegasnya.

Sebelumnya, ketika wartawan konfirmasi kepada Kepala Desa Kelir yang baru, Moh Indra Fajar, terkait program PTSL mengatakan, pihaknya belum siap. “Belum siap,” katanya di Desa Kelir, baru-baru ini.

Keiningan Warga

Warga yang mengajukan PTSL dari Desa Kelir  menyampaikan  agar  Program PTSL ini terealisasi segera. Seperti yang disampaikan AM, dirinya berharap program  PTSL  tersebut terus dilanjutkan.

“Artinya saya menginginkan sertifikat yang bantuan dari pemerintah untuk kami terus dilanjutkan. Kami sendiri merasa senang karena pemerintah mempermudah dan memperlancar kegiatan program PTSL  ini untuk masyarakat, katanya, Sabtu (24/2/2024).

Dia bersama warga lain berharap  betul-betul  dibantu oleh pemerintah. “Dan  bisa terwujud sertifikat murah atau sertifikat gratis, bantuan pemerintah ini sangat kami butuhkan dan sangat kami harapkan, karena sangat mudah dan cepat,” katanya.

Penulis: Made IB

Primaderma Skincare
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *