Ortu Murid Keluhkan Sistem Umur Dalam PPDB Jakarta 2020/2021

Primaderma Skincare

Jakarta,Jurnalkota.id

Sistem penerimaan siswa baru untuk SMP, SMA dan SMK di Jakarta tahun ajaran baru 2020-2021 banyak dikeluhkan orangtua murid. Pasalnya, mereka menyesalkan anak mereka kalah bersaing untuk masuk sekolah negeri hanya karena faktor usia, sementara nilai anaknya lebih bagus dari siswa yang diterima karena umurnya lebih tua.

Bacaan Lainnya

Seorang ibu, warga Kecamatan Pademangan Jakarta Utara, menyesalkan nasib putranya yang harus tersingkir, hanya karena usia anaknya lebih muda pada sistem pendaftaran siswa baru lewat jalur Afirmasi pemegang KJP/KJP plus.

“Gimana gak sedih anak saya paling tinggi nilainya di sekolah tapi tidak diterima hanya soal umur, sampai anak saya nangis,” ujar ibu yang tak bersedia disebutkan namanya,  Kepada Jurnal kota, Selasa (22/6/2030)

Menurutnya, bukan hanya dia saja yang sedih, tapi masih banyak orangtua lain yang sama sedihnya dengan dia saat mengetahui anaknya ditolak masuk sekolah negeri, hanya karena faktor usia.

“Makanya bukan saya aja yang sedih tapi banyak orang tua yang kayak saya kok kayak gini. Buat apa belajar, buat apa les kalo ujungnya yang diliat adalah umur”, ungkap Nurlela. Hasil pantauan Jurnal kota kebeberapa sekolah  SMPN yang ada di Jakarta Utara, Sabtu( 20/6) SMPN  114 menerima siswa paling muda 14 Tahun 1 Bulan dan menerima 8 kelas.

Sementara SMPN 95, Menerima Siswa paling muda 13 Tahun 2 Bulan 7 Hari, Dan SMPN 23 minimal Usia Paling Muda 13 Tahun 4 Bulan, Sedangkan SMPN 112, Usia Paling Muda 12 Tahun 5 Bulan dan menerima 7 Rombongan Belajar.Dan SMKN 55, Usia Siswa paling Muda 16 Tahun 5 Bulan 14 Hari.

Demikian juga dengan Agustin, warga Sungai Bambu, Jakarta Utara, mengungkapkan kekesalannya terhadap sistem penerimaan murid baru yang ada saat ini. Buat Agustin, sistem penerimaan siswa yang menggunakan parameter usia jauh dari rasa keadilan.

“Anak saya nilainya bagus tapi yang disekolah tersebut malah temannya yang nilainya lebih rendah dari anak saya karena usianya jauh lebih tua,” ujar Agustin dengan rasa kecewa.

Agustin juga mempertanyakan masalah ukuran umur dijadikan syarat seleksi. Menurutnya, untuk masuk jenjang SMP, SMA dan SMK lebih tepat ukurannya adalah nilai bukan umur.

“Anak anak kita itu kan sudah berjuang selama 6 tahun untuk yang di SD dan berjuang selama 3 tahun untuk yang SMP. Mosok giliran mau masuk sekolah negeri nilai prestasi belajar mereka tidak berguna hanya karena kalah tua di umurnya,” pungkasnya.

Menurut  Kasatlak Pendidikan Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara,Jumadi, saat dihubungi melalui selulernya mengatakan, deleksi sistem tergantung usia yang mendaftar dan hasilnya seleksi sistem. “Makanya tiap sekolah berbeda juga dipengaruhi daya tampung siswa,” ujarnya.

Penulis: Deden
Editor   : Pang

Primaderma Skincare
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan