Jakarta, jurnalkotatoday.com
Di tengah derasnya arus informasi, perhatian publik menjadi salah satu komoditas paling mahal. Namun bagi Renaldy Pujiansyah, memenangkan perhatian saja tidak lagi cukup.
Renaldy Pujiansyah merupakan serial entrepreneur muda dan founder Opinix, perusahaan yang bergerak di bidang strategi komunikasi dan ekosistem digital. Pengalamannya menangani berbagai kebutuhan komunikasi brand dan institusi membuatnya melihat bahwa dunia digital tidak lagi hanya berbicara mengenai konten dan viralitas, tetapi juga tentang bagaimana persepsi publik terbentuk.
Dari pemikiran tersebut, Renaldy Pujiansyah memperkenalkan gagasan Perception Economy, yakni kondisi ketika nilai sebuah brand, figur, maupun institusi semakin ditentukan oleh bagaimana publik memahami dan mengingatnya.
“Di era attention economy, yang diperebutkan bukan lagi sekadar ruang, tetapi persepsi. Perhatian membuat orang melihat kita, sementara persepsi menentukan apa yang mereka percaya tentang kita,” ujar Renaldy.
Menurutnya, jutaan views atau tingginya percakapan digital belum tentu menghasilkan reputasi yang kuat. Karena itu, komunikasi perlu dikelola sebagai strategi yang menghubungkan data, narasi, dan distribusi.
Renaldy menggambarkan prosesnya melalui alur:
Attention → Interpretation → Conversation → Perception → Reputation
Pemikiran tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan yang dikembangkan melalui Opinix. Perusahaan ini tidak hanya berfokus pada distribusi komunikasi, tetapi juga membaca percakapan publik, membangun positioning, mengembangkan narasi, hingga memahami perubahan persepsi audiens.
Menurut Renaldy, perusahaan ke depan tidak cukup hanya mengejar share of voice, tetapi juga harus memahami share of perception.
“Pertanyaannya bukan lagi seberapa banyak orang membicarakan kita, tetapi apa yang mereka percaya ketika membicarakan kita.”
Bagi Renaldy, di tengah banjir informasi dan semakin mudahnya produksi konten, keunggulan terbesar sebuah brand bukan lagi sekadar menjadi yang paling terlihat.
Keunggulannya adalah menjadi yang paling dipahami dan dipercaya. Dedy

