Garut, jurnalkotatoday.com
Suasana belajar yang berbeda dirasakan para siswa SDN 1 Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Sekolah tersebut menggelar kegiatan outing class dengan mengajak para siswa jalan-jalan sekaligus belajar mengelilingi sejumlah kawasan di Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan mobil Sonagar milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena mereka tidak hanya menerima materi di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat mengamati secara langsung lingkungan di sekitarnya.
Saat di wawancara kepala Biro kabupaten Garut Di Ruang kepala sekolah Selasa 1/9/26.
Kepala SDN 1 Jayaraga, Yanti Srimulyanti Arni, M.Pd., mengatakan para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman tersendiri bagi anak-anak.
Yanti menjelaskan, kegiatan *outing class* tersebut juga memiliki keterkaitan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran melalui berbagai bentuk kegiatan.
“Kegiatan ini sesuai dengan kurikulum merdeka ada tiga hal yang harus kita laksanakan, pertama intrakurikuler mata pelajaran yang setiap harinya dilaksanakan kegiatan. Kedua kokurikuler di mana ini adalah kegiatan yang menunjang terhadap intrakurikuler. Yang ketiga ekstrakurikuler,” sebutnya.
Menurut Yanti, kegiatan yang dilakukan para siswa dalam *outing class* kali ini masuk dalam kategori kokurikuler. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari proyek pembelajaran yang memungkinkan siswa mendapatkan pengalaman secara langsung di luar lingkungan sekolah.
“Nah barusan kegiatan yang kita saksikan itu adalah kokurikuler di mana anak dijadwalkan untuk melakukan kegiatan project. Kegiatan project-nya adalah kegiatan mengunjungi perpustakaan dan mengamati lingkungan sekeliling,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, SDN 1 Jayaraga memanfaatkan program kerja sama yang dimiliki Sonagar dengan sekolah. Para siswa kemudian dijadwalkan untuk mengikuti perjalanan menggunakan mobil Sonagar sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.
“Kebetulan sonagar punya program kerjasama untuk sekolah melakukan jalan-jalan, maka kami bekerja sama dengan pihak sonagar untuk dijadwalkan naik mobil sonagar,” ujarnya.
Yanti menyebut kegiatan bersama Sonagar tersebut bukan kali pertama dilakukan. Sekolahnya bahkan telah memiliki agenda tahunan untuk melaksanakan kegiatan serupa.
“Alhamdulillah kita memang dijadwalkan setiap tahun melaksanakan jalan-jalan bersama sonagar. Ditambah lagi dengan program kokurikuler siswa kelas 5 perpaduan antara mata pelajaran bahasa Indonesia, seni budaya, dan Ipas,” tambahnya.
Ia menjelaskan, untuk saat ini kegiatan *outing class* tersebut baru dapat diikuti oleh satu kelas, yakni siswa kelas 5. Namun, pihak sekolah berharap kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut ke depan dapat dirasakan oleh seluruh siswa dari berbagai jenjang kelas.
Menurutnya, antusiasme siswa menjadi salah satu alasan sekolah ingin mempertahankan dan mengembangkan kegiatan tersebut secara berkelanjutan.
“Jadi mudah-mudahan ini setiap tahun kita bisa melaksanakan mou dengan sonagar ini bisa terlaksana . Karena anak-anak memang merasa senang belajar outing class. Harapannya dalam satu tahun itu semua kelas bisa kebagian jalan-jalan dengan sonagar,” ujarnya
Selain berharap kegiatan dapat menjangkau seluruh kelas, Yanti juga menyampaikan harapan agar jumlah armada Sonagar dapat ditambah. Menurutnya, tambahan armada akan membuka peluang lebih besar bagi sekolah-sekolah untuk memanfaatkan layanan tersebut sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.
“Nah tentunya Armada aja juga harus nambah lah ini himbauan kepada Pemda tidak ada salahnya untuk menambahkan Armada untuk sonagar,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, SDN 1 Jayaraga menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Lingkungan sekitar dapat menjadi bagian dari sumber pembelajaran, terutama ketika siswa diberikan kesempatan untuk mengamati, mengalami, dan menghubungkan materi pelajaran dengan kondisi nyata di lapangan.
Bagi para siswa, perjalanan menggunakan mobil Sonagar bukan sekadar jalan-jalan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru sekaligus memperkuat pembelajaran yang telah mereka dapatkan di sekolah. H.Ujang Slamet/Saepul Zihad

