Malang, jurnalkotatoday.com
Calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kelurahan Buring, Kota Malang, Jawa Timur ditinjsu, Kamis (2/7/2026).
Dalam tinjauan tersebut, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program BSPS tepat sasaran sekaligus melihat secara langsung kondisi rumah masyarakat yang akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (TLH).
Disebutkan, pada tahun 2025, Kota Malang memperoleh alokasi BSPS sebanyak 89 unit. Sementara pada tahun 2026, kuota tersebut meningkat menjadi 674 unit. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PKP juga mengumumkan penambahan alokasi sebanyak 153 unit, sehingga total kuota BSPS Kota Malang tahun 2026 menjadi 827 unit.
Penambahan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap komitmen Pemerintah Kota Malang dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni. Pemerintah Kota Malang juga akan segera menyerahkan data tambahan penerima kepada Kementerian PKP agar pelaksanaan program dapat segera dimulai.
“Agar Kota Malang merdeka dari rumah tidak layak huni, saya tambah kuota BSPS sebanyak 153 unit sehingga total menjadi 827 unit tahun ini. Dengan dukungan data dari Pemerintah Kota Malang serta kolaborasi berbagai pihak, kami berharap seluruh kebutuhan perbaikan rumah masyarakat dapat segera tertangani,” kata Maruarar Sirait dilansir situs Kementerian PKP, (Jumat (3/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP meninjau rumah, di antaranya milik Jailani, seorang buruh harian lepas yang berpenghasilan sekitar Rp1,8 juta per bulan dan tinggal bersama istri serta seorang anak.
Kondisi rumah yang ditempati masih sangat memprihatinkan karena tidak memiliki fondasi, sloof, kolom, maupun ring balok. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu tipis dan kalsiboard, sementara rangka atap sudah rapuh sehingga rumah kerap bocor saat hujan.
Di bagian belakang rumah juga terdapat kandang sapi yang menyatu dengan bangunan rumah sehingga kurang sehat bagi penghuni.**

