PLN Sebut Sosialisasi Hemat Listrik Saat WFH Sudah Dilakukan

Primaderma Skincare

Jakarta, jurnalkota.id
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Muhammad Ikhsan Asaad menegaskan bahwa imbauan untuk berhemat saat work from home (WFH) sebenarnya sudah sering disosialisasikan dan dikomunikasikan ke pelanggan.

Namun menurut Ikhsan, imbauan ke masyarakat untuk berhemat itu mungkin kurang instens dilakukan “Kami akui komunikasi ke pelanggan kurang instens, namun akan terus kami terus perbaki,” kata Ikhsan saat dihubungi jurnalkota.com lewat telepon genggamnya di Jakarta, Rabu (06/5/2020).

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, dalam kondisi Covid-19 memang semua aspek kehidupan terdampak. PLN juga harus memastikan listrik yang disalurkan handal karena banyak masyarakat yang sudah melaksanakan WFH.

“Sementara proses bisnis baca meter juga kami harus rubah yang biasanya petugas datang ke rumah pelanggan setiap bulan, maka untuk mendukung Social Distancing kami hold agar bisa memutus mata rantai CovId-19 dan mencegah para petugas PLN tertular Covid-19,” tukasnya.

Pihaknya juga telah merespons secara cepat pengaduan-pengaduan terkait tagihan listrik yang diterima melalui Contact Center PLN 123. Hingga Rabu (06/05), Khusus di DKI Jakarta, PLN telah berhasil menangani 2.200 pengaduan dari 2.998 pengaduan yang masuk.

Tidak hanya itu, petugas di lapangan juga siap mendatangi rumah pelanggan apabila ditemukan ketidakwajaran tagihan. “Kami berupaya dengan cepat dan tepat dalam menyelesaikan pengaduan yang ada, hingga saat ini lebih dari 73% pengaduan telah diselesaikan,” tukasnya,

“Dari 2200 yang sudah diselesaikan, 94% data nya sesuai dengan pemakaian pelanggan dibuktikan dengan stand meter pelanggan sesuai dengan data kWh meter PLN yang tertera disistem PLN,” ungkap Ikhsan.

Selain itu, riwayat pemakaian listrik juga dapat dilihat melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www.pln.co.id.

Bagi pelanggan yang ingin melakukan pengecekan terhadap catatan pemakaian listrik bisa dilakukan melalui Aplikasi PLN Mobile, website www.pln.co.id, dan Contact Center PLN 123.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai managemen PLN kurang melakukan sosialisasi dan edukasi kepada konsumen bahwa salah satu efek dari WFH adalah naiknya konsumsi listrik. Artiny jika konsumsi energi listrik membengkak maka tagihan juga akan naik.

“Seharusnya PLN memberikan edukasi dan informasi bahwa selama WFH konsumen seharusnya berhemat listrik,” ujar Tulus dalam keterangannya yang diterima jurnalkota.id di Jakarta, Rabu (6/5).

Hal ini disampaikan Tulus merespon banyaknya keluhan masyarakat terkait tagihan listrik non subsidi yang melonjak. Padahal penggunaannya standar dan wajar sesuai. Di sisi lain, menurut keterangan dari pihak Managemen PT PLN menyatakan tidak ada kenaikan tarif listrik.

Selain itu, kata Tulus, dengan adanya WFH petugas pencatat meter PLN pun tidak datang ke rumah konsumen, dan konsumen diminta untuk mengirimkan data posisi stand meter terakhir via photo. “Jika tak dikirimkan PLN akan menggunakan formulasi 3 bulan terakhir untuk menentukan pemakaian listrik konsumen,” ujarnya.

Untuk itu, YLKI meminta agar keluhan-keluhan konsumen dapat ditanggapi oleh managemen PLN secara responsif dan bahkan bersifat masif. “Malah seharusnya PLN membuat posko pengaduan di masing-masing area pelayanan,” ucapnya.(Sya)

 

Primaderma Skincare
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan