Dinas Pertanian Garut Kaji Pembangunan Sumur Bor untuk Atasi Kekeringan di Desa Mekarsari

Garut, jurnalkotatoday.com

Dinas Pertanian Kabupaten Garut akan mengkaji rencana pembangunan sumur bor maupun sumur dangkal sebagai solusi untuk mengatasi kekeringan yang melanda lahan pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, pada musim kemarau 2026.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengakui pihaknya telah menerima laporan mengenai kondisi kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, usulan bantuan penyediaan sumber air masih akan melalui proses kajian sebelum diputuskan. “Wa’alaikumsalam wrb. Baru mau dikaji kang,” ujar Ardhy saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (5/8/26).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan mengenai meluasnya dampak kekeringan yang mengancam lahan pertanian di Desa Mekarsari.

Sebelumnya, kondisi kekeringan yang melanda puluhan hektare lahan pertanian telah ditinjau langsung oleh Ketua Rentan DPC Garut, Budiman, bersama Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khadafi. Keduanya melakukan monitoring ke sejumlah titik lahan yang terdampak, didampingi Pemerintah Desa Mekarsari serta UPT Pertanian Kecamatan Bayongbong.

Dari hasil peninjauan lapangan, lahan pertanian terlihat mengalami kekeringan cukup parah. Selain tanaman yang kekurangan pasokan air, kondisi tanah di sejumlah lokasi juga tampak retak-retak akibat kemarau yang berkepanjangan.

Ketua Rentan DPC Garut, Budiman, menilai Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian perlu segera mengambil langkah konkret agar dampak kekeringan tidak semakin meluas. Menurutnya, pembangunan sumber air berupa sumur bor, sumur dangkal maupun tanggul sungai menjadi kebutuhan mendesak bagi petani di Desa Mekarsari.

Sementara,  Direktur Sekolah Sungai Cimanuk, Mulyono Khadafi, menyebut luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan di Desa Mekarsari diperkirakan mencapai sekitar 33 hektare. Luasan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian apabila tidak segera mendapat penanganan.

Persawahan kekeringan

Kepala Desa Mekarsari, H. Dadang, juga membenarkan adanya bencana kekeringan yang sedang dihadapi warganya. Ia mengatakan telah beberapa kali turun langsung meninjau area pertanian yang terdampak untuk melihat kondisi di lapangan.

Bahkan pada Selasa, 4 Agustus 2026, H. Dadang kembali melakukan peninjauan ke lokasi pertanian yang mengalami kekeringan. Dalam kunjungan tersebut, ia turut mengidentifikasi sejumlah titik yang dinilai memungkinkan untuk dibangun sumur bor sebagai salah satu alternatif penyediaan air bagi lahan pertanian.

Masyarakat berharap kajian yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Garut dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata. Penyediaan sumber air dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas pertanian di Desa Mekarsari tetap berjalan dan petani terhindar dari ancaman gagal panen selama musim kemarau. S.Zihad

Izin Edar Alat Kesehatan
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan