Program Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Garut Harus Peka Mengatasi Ancaman Kekeringana

Garut jurnalkotatoday.com

Upaya mengatasi ancaman bencana kekeringan, khususnya yang berdampak pada lahan pertanian, dinilai harus menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Langkah tersebut dianggap penting agar program pemerintah daerah tetap selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang saat ini tengah memperkuat sektor ketahanan pangan nasional.

Bacaan Lainnya

Pemerintah pusat diketahui mengalokasikan anggaran besar untuk mendukung peningkatan produksi pangan melalui berbagai program strategis, termasuk pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai akan sulit tercapai apabila persoalan kekeringan di daerah tidak segera ditangani. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Pemuda Pemudi Rakyat Garut Bersatu (FPPRGB), Ferry Nurdiansyah.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Garut, khususnya Dinas Pertanian, harus memiliki kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi para petani di berbagai wilayah.

Dikatakan, bencana kekeringan berpotensi menurunkan produktivitas pertanian, sehingga dapat menghambat target ketahanan pangan yang tengah menjadi fokus pemerintah pusat. “Jangan biarkan kekeringan menyebabkan penurunan produktivitas pertanian. Sehingga tujuan dari pemerintah pusat untuk program kehutanan pangan tidak tercapai,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Ferry menegaskan, setiap kebijakan pemerintah daerah, seharusnya berjalan seiring dengan arah pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. “Tentu saja program dari pemerintah daerah harus linear dengan pemerintah pusat. Jangan yang satu ke kiri yang satu ke kanan,” tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi yang saat ini terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Sekitar 33 hektare lahan pertanian dilaporkan mengalami kekeringan akibat musim kemarau, sehingga membutuhkan penanganan cepat agar tidak berdampak pada hasil panen para petani.

Menurut Ferry, laporan yang disampaikan para relawan di lapangan seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret. Penanganan yang cepat dinilai penting agar dampak kekeringan tidak semakin meluas dan produktivitas lahan pertanian tetap terjaga.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pertanian dapat segera menyiapkan solusi, seperti pembangunan sumber air, sumur bor, sumur dangkal maupun langkah strategis lainnya yang mampu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau berlangsung.

Dengan adanya respons yang cepat dan kebijakan yang selaras antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, diharapkan program ketahanan pangan nasional dapat berjalan optimal sekaligus melindungi para petani dari ancaman gagal panen akibat kekeringan. H.Ujang Slamet

Izin Edar Alat Kesehatan
Primaderma Skincare

Tinggalkan Balasan